Menu

Press Release
Hari Kebangkitan Nasional E-mail
Tuesday, 25 May 2010

Medan Butuh Pemimpin Pembangkit Ekonomi dan Politik Perempuan  

Kebangkitan ekonomi dan politik perempuan menjadi sebuah keharusan untuk mendongkrak kualitas dan taraf hidup masyarakat seutuhnya. Sebab, mayoritas penduduk Sumut umumnya dan kota Medan khususnya adalah perempuan. Hal ini ditegaskan Kordinator Jaringan Aktivis dan Pendukung Penguatan Perempuan (JARAK) Sumut, Sarma Hutajulu, pada diskusi publik bertajuk “Membangun Komitmen dan Strategi Penguatan Perempuan Secara Ekonomi dan Politik” di Wisma USU, Jumat (21/5). Dalam diskusi yang dilaksanakan untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional ini, Sarma juga memaparkan adanya logika sosial bahwa  kebutuhan ekonomi dan politik perempuan mewakili kebutuhan dasar masyarakat luas dan sangat berpengaruh kepada penegakan demokrasi dan kesejahteraan rakyat.

“Kebangkitan perempuan harus dimulai dari ekonomi dan politiknya. Karena itu, memilih kepemimpinan perempuan menjadi sangat masuk akal untuk mengawal pemenuhan kebutuhan dasar perempuan di kedua bidang itu,” ujarnya.Hal senada juga dikatakan Veriyanto Sihotang dari Aliansi Sumut Bersatu yang ikut tergabung dalam JARAK Perempuan Sumut. Menurut Veriyanto, kebutuhan politik dan ekonomi perempuan sangat diabaikan. Bahwa dalam hal kesehatan, pendidikan, dan hukum, perempuan memiliki kasus berbeda dari laki-laki.

Misalnya, diskriminasi mengecap pendidikan, pelayanan kesehatan ibu dan anak yang memadai, penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan yang adil dan berbasis konseling terhadap korban, termasuk masalah lingkungan hidup, inilah kebutuhan perempuan yang masih sering dipinggirkan oleh pemimpin laki-laki. Kasus dan kebutuhan perempuan dipandang sebagai hal yang sepele, padahal tanpa kualitas hidup perempuan yang baik, maka kualitas masyarakat akan terpengaruh sangat besar.  

Pemimpin Perempuan

Diskusi yang dihadiri oleh sejumlah elemen LSM dan akademisi Sumut ini juga membahas tentang Pemilukada di 9 kabupaten/kota di Sumut. Menurut Mutia Fadilla, yang juga anggota JARAK Perempuan Sumut, berbicara tentang kebijakan publik dan kebutuhan perempuan, pasti tidak terlepas dari hadirnya sosok kepemimpinan yang paham dan berpihak kepada perempuan. Pemilukada kota Medan putaran kedua 16 Juni 2010 ini, hanya ada satu pasangan dengan calon walikota perempuan. JARAK Perempuan Sumut dengan komitmen mengusung kepemimpinan perempuan mendorong agar calon walikota dan calon wakil walikota bisa menerapkan kebijakan yang berbasis gender untuk kesejahteraan rakyat.

“Komitmen pemimpin ini penting untuk ditegaskan di hadapan masyarakat kota Medan untuk dijadikan pegangan ketika akan dipilih dan terpilih nanti. Dan kita melihat bahwa kepemimpinan perempuan pasti akan menjawab semua kebutuhan politik dan ekonomi perempuan melalui kebijakan atau program yang berbasis gender dan berkeadilan sosial,” tukasnya. (*)

 

Write Comment (0 Comments)
 
Peringatan Hari Kartini 2010 E-mail
Wednesday, 28 April 2010
Perayaan Hari Kartini yang dipandang sebagai Hari Perempuan Nasional, dirayakan secara terbatas pada tanggal 21 April 2010 oleh 88 (delapan puluh delapan) orang (83 perempuan dan 5 laki-laki) penggagas dan calon anggota Jaringan Aktivis Perempuan & Pendukung Penguatan Perempuan/JARAK Perempuan SUMUT, bekerjasama dengan PESADA. Bertempat di Hotel Asean Medan, tema yang diambil tahun ini adalah “Refleksikan Keorganisasian Gerakan Perempuan SUMUT dan Galang Terus Solidaritas Sesama Perempuan di Arena Domestik dan Publik”. Perayaan ini memilih tema di atas dalam rangka merenungkan arah gerakan perempuan di SUMUT terutama di bidang keorganisasian dan solidaritas sesama perempuan. Tema ini dipilih berdasarkan pengalaman para aktivis perempuan SUMUT yang membutuhkan refleksi secara teratur guna membangun semangat gerakan perempuan baik melalui pembenahan keorganisasian maupun menginternalisasikan prinsip-prinsip JARAK Perempuan SUMUT. Pengalaman Kartini yang menolak pembedaan karena jenis kelamin dan gender, kelas, poligami serta bentuk diskriminasi lainnya masih terus menginspirasi perempuan di SUMUT untuk terus berjuang bagi kesetaraan perempuan dan laki-laki. Isu mengenai akses terhadap pendidikan secara luas, terutama pendidikan seumur hidup untuk perempuan serta kesehatan reproduksi perempuan menjadi pokok diskusi pada perayaan tahun ini, di samping penguatan ekonomi aktivis perempuan dan pembenahan keorganisasian JARAK Perempuan SUMUT.              Oleh karena itu JARAK Perempuan SUMUT menyatakan :  
  1. 1. Negara menjamin ketersediaan fasilitas kesehatan untuk mengurangi angka kematian ibu dan anak dan peningkatan kesehatan perempuan.
  2. 2. Pendidikan kesehatan reproduksi dimulai sejak usia dini agar perempuan paham tentang alat reproduksinya dan paham bagaimana menjaga alat reproduksinya.
  3.  3. Ketersediaan dan akses perempuan terhadap pendidikan yang bermutu dan murah.
  4. 4. Melindungi perempuan dari praktek perkawinan yang merugikan hak-hak asasi perempuan dan anak.
  5. 5. Pengawasan terhadap pelaksanaan berbagai Undang-Undang yang melindungi hak-hak perempuan dan anak.
  6. 6. Meningkatkan soliditas dan solidaritas perempuan dalam memperjuangkan hak-hak asasi perempuan.
  7. 7. Pentingnya melakukan penguatan ekonomi perempuan agar perempuan lebih mandiri dan punya sumber daya secara ekonomi dan politik.
            Mari membangun tatanan kehidupan sosial, politik yang lebih berperikemanusiaan, bermartabat dan berkeadilan terhadap perempuan untuk kehidupan yang lebih baik.  (Siaran pers JARAK Perempuan SUMUT  pada Hari Kartini 21 April 2010 di Medan   Write Comment (0 Comments)
 
TOLAK POLITISI BUSUK & POLITIK UANG, JANGAN GOLPUT, CALEG PEREMPUAN SOLUSINYA E-mail
Friday, 20 March 2009

 http://pesada.or.id/images/M_images/jarak.jpg

PESADA & Kelompok Aktivis Perempuan / Pendukung Penguatan Perempuan dari seluruh wilayah SUMUT bersama para CALEG Perempuan merayakan Hari Perempuan Internasional di Pendopo Lapangan Merdeka Merdeka. Perayaan ini difokuskan kepada pernyataan dukungan penuh kepada para CALEG Perempuan yang saat ini menghadapi berbagai hambatan.

 

Write Comment (0 Comments)
Read more...
 
UU Pornografi Tidak Melindungi Perempuan E-mail
Sunday, 30 November 2008

Image

Pengesahan UU Pornografi pada tanggal 30 Oktober 2008 lalu serta pernyataan resmi Menteri Pemberdayaan Perempuan yang menegaskan tidak ada alasan untuk menolak UU Pornografi yang baru saja disahkan oleh DPR,  telah menimbulkan keprihatinan yang luar biasa bagi para aktivis perempuan dan para pendukung penguatan perempuan di Sumatera Utara.

Write Comment (0 Comments)
Read more...
 
Masyarakat Sulawesi Utara Tolak UUP E-mail
Friday, 28 November 2008

Penolakan Forum Masyarakat Sulawesi Utara Atas Undang-Undang Pornografi  dan Tuntutan Pertanggungan Jawab Wakil Rakyat Sulut / Minahasa Di DPR Yang Turut Mensahkannya

Memperhatikan :

1.   Keputusan DPR RI yang didukung oleh Pemerintah SBY – MYK dan 8 Fraksi Partai Politik untuk menyetujui Undang-Undang Pornografi;

2.   Bahwa terdapat 2 Fraksi Partai Politik bersama 2 anggota asal Bali dari Partai Golkar yang melakukan walk-out menolak UUP tsb. sebagai manifestasi menyuarakan berbagai elemen dan komponen rakyat Indonesia yang secara konsisten telah menolak UUP tsb a.l. yang datang dari Papua, Bali, Yogya, Sulawesi Utara, NTT, Kalimantan dan lain-lain daerah;

3.   Bahwa diantara Fraksi Partai2 yang mendukung UUP tsb. terdapat beberapa wakil rakyat asal Sulawesi Utara/Minahasa a.l. Sdr. Theo L. Sambuaga, Sdr. Evert E. Mangindaan, dll;

Write Comment (0 Comments)
Read more...