Menu

Activities
RAT Ke-3 CUB Pesada Perempuan 2010 E-mail
Wednesday, 07 April 2010

        Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-3 Credit Union Besar (CUB) Pesada Perempuan 2009 yang berlangsung 22-23 Februari 2010 kemarin, menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh anggotanya. Selain sebagai ajang evaluasi, pemilihan dewan pimpinan serta dewan pengawas, anggota juga disenangkan dengan adanya bagi-bagi duit.

Jangan parno dulu bahwa RAT CUB Pesada Perempuan ini ada kejadian money politic seperti yang banyak dilakukan oleh sejumlah calon pemimpin daerah. Bagi-bagi duit di sini jelas perbuatan halal, artinya dapat dipertanggungjawabkan asal muasal uangnya. Uang yang dibagikan adalah uang anggota CUB sendiri yang menjadi sisa hasil usaha (SHU).   Untuk anggaran per Desember  2009, nilai SHU mereka mencapai Rp1.317.505.424, yang akan dibagikan kepada sekira 5.000-an anggotanya di 46 CU unit Pakpak Bharat dan Dairi.

Menurut Ramida Sinaga, selaku Manager CUB Pesada Perempuan, SHU ini meningkat dari tahun-tahun sebelumnya meskipun tingkat kredit macet masih di angka 3%. Jumlah sahamnya juga naik, mencapai Rp5.460.249.819. Sebuah angka dana yang cukup besar pada lembaga keuangan berbasis anggota.   Tapi bukan itu saja. Dalam proses RAT kali ini, masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, bahwa akan diberikan hadiah kepada anggota dan pengurus CU unit terbaik. Ada sekira 46 anggota terbaik yang mendapat hadiah berupa tas tangan cantik, dan 5 pengurus CU terbaik yang berhak atas sebuah telepon genggam yang akan digunakan untuk mempermudah komunikasi mereka dalam memaksimalkan kinerja di CU masing-masing. Hal ini sesuai dengan kriteria yang ditentukan oleh pimpinan CUB Pesada Perempuan, yakni rajin menabung dan meminjam tanpa kredit macet, serta keanggotaan yang terus berkembang.  

Jika ada anggota dan pengurus terbaik, maka harus ada pula CU terbaik. Tahun ini, CU Ulina Desa Buluh Ujung Kecamatan Sumbul yang ditetapkan sebagai CU terbaik. Mereka dinilai sangat kreatif dalam mengembangkan CU mereka, angka kredit macat paling kecil, dan dana saham yang paling besar. CU Ulina ini termasuk juara bertahan. Tahun lalu mereka juga menjadi CU terbaik. Sebuah hadiah berupa mesin pemotong padi menjadi milik mereka.

Diharapkan bisa bermanfaat bagi semua anggota CU Ulina, dan bisa menjadi pendorong bagi CU unit lainnya untuk menjadi yang terbaik. Karena yang terbaik, selalu mendapat lebih.  Berdasarkan prinsip ini pula, terpilihlah  Ketua Dewan Pimpinan CUB Pesada Perempuan yang baru untuk periode 2010-2012, lewat pemilihan suara yang demokratis. Ibu Tiba Boang Manalu terpilih dengan suara terbanyak, mengalahkan 4 kandidat lainnya. Pengalamannya dalam kepengurusan CUB Pesada Perempuan membuatnya mantab ketika diminta menyampaikan moto dan visi misinya ketika menjadi ketua dewan pimpinan nanti. Kepercayaan diri dan kinerjanya selama ini membuatnya dipilih oleh 96 dari 185 suara yang memilih. Selamat bekerja. (*)     

 

Write Comment (0 Comments)
 
Diskusi Tolak Neoliberalisme E-mail
Wednesday, 07 April 2010

 Perdagangan Bebas dan Dampaknya Bagi Perempuan 

 

       Bagi masyarakat pedesaan, istilah pasar atau perdagangan bebas mungkin masih menjadi hal yang jauh dari perbincangan sehari-hari. Namun, cepat atau lambat dampaknya pasti akan dirasakan juga. Perdagangan bebas justru sebenarnya sangat dekat dengan masyarakat pedesaan yang selama ini menjadi pemasok berbagai hasil pertanian yang dijual kepada masyarakat perkotaan dan bahkan untuk ekspor ke luar negeri.         

Tentu saja perihal perdagangan bebas harus menjadi perbincangan masyarakat desa karena ini menyangkut kepentingan dan peran mereka dalam perdagangan nasional. Pertanyaannya adalah, adakah negara melakukan pendidikan dan pelatihan terkait menghadapi perdagangan bebas ini? Dalam arti, apakah efektif dan mengena pada penguatan masyarakat untuk ikut berperan dalam perdagangan tersebut.          

PESADA melihat bahwa upaya menguatkan para petani atau masyarakat desa, khususnya perempuan, melalui pemahaman yang tepat soal perdagangan bebas menjadi sebuah kebutuhan mendesak. Untuk itu, sebuah diskusi digelar di PUSDIPPRA PESADA Sidikalang bagi sekira 220 anggota dan pengurus Credit Union (CU) Besar Pesada Perempuan untuk wilayah Pakpak Bharat, Dairi, dan Humbahas. Diskusi ini berlangsung sejalan dengan Rapat Anggota Tahunan (RAT) CUB Pesada Perempuan pada 22-23 Februari 2010 kemarin.         

Diskusi ini difasilitatori oleh Dina Lumban Tobing, dengan menghadirkan pembicara Veronica Saraswaty Shinta seorang peneliti tentang bisnis internasional dari Jakarta. Ia menyampaikan seluk beluk perdagangan bebas, dampak dan solusi menghadapinya.  Diskusi bersama ini cukup mengundang antusiasme peserta dalam memposisikan perdagangan bebas adalah tantangan yang harus dihadapi dengan kekuatan bersama.          

Munculnya pengusaha-pengusaha asing dan bermodal besar, menjadi ancaman bagi pengusaha lokal dengan modal tidak besar. Kekayaan alam akan dikeruk sebanyak-banyaknya, tanpa ada pengawasan dari pemerintah seperti yang dilakukan selama ini. Karena dalam perdagangan bebas, peran pengawasan pemerintah menjadi sangat terbatas. Persaingan tidak sehat antara pengusaha lokal dengan pengusaha asing, hanya akan membuat posisi masyarakat dengan ekonomi lemah semakin terpuruk. Barang-barang menjadi mahal, sumber-sumber penghasilan dari alam akan berkurang karena dikuasai pengusaha bermodal besar.          

Hal yang bisa dilakukan untuk menghadapi perdagangan bebas ini antara lain dengan menggalang kekuatan bersama, dengan membentuk serikat. mengumpulkan modal bersama misalnya dengan credit union, melakukan transaksi dagang bersama, dan menggiatkan pertanian organik. (DJ) 

 

Write Comment (0 Comments)
 
Pelatihan Feminis Muda Maret 2010 E-mail
Wednesday, 07 April 2010
           Posisi perempuan dalam adat dan agama memang sangat memengaruhi keberadaan perempuan dalam masyarakat. Lembaga adat dan agama sering tidak perduli dan tidak adil terhadap kepentingan perempuan yang berdasarkan ajaran agama dan pelaksanaan adat. Padahal, dalam konteks agama dan adat sama-sama bertujuan untuk membuat kehidupan manusia lebih baik dan berangkat dari posisi laki-laki dan perempuan yang sama. Namun, tak jarang sejumlah ayat dalam ajaran agama yang dipakai secara tidak bijak untuk mendukung tindakan laki-laki yang merugikan perempuan. Misalnya, tentang bolehnya tindakan poligami dalam Islam.

Hal inilah yang dibahas lebih jauh dalam Pelatihan Feminis Muda tahap kedua, yakni tentang relasi kekuasaan berdasarkan agama dan adat. Kedua hal tersebut dipandang berpengaruh kuat, apakah melemahkan perempuan atau menguatkan. Diskusi bersama sejumlah narasumber, seperti perempuan tokoh adat Mamat Munthe, teolog Kristen Ana Marsiana, dan dosen IAIN Medan Azhari Akmal Tarigan, sangat membuka pemikiran dan mencerahkan pengetahuan peserta. Acara berlangsung selama 3 hari, 10-12 Maret 2010 di PUSDIPPRA PESADA Sidikalang.

            Mamat Munthe (67 tahun) memaparkan pentingnya perempuan tampil dalam acara adat dan berperan dalam pengambilan keputusan adat. Posisinya sebagai tokoh adat kini bukanlah diperoleh dengan mudah, ia dengan pemikirannya yang tegas dan bijak, ternyata diakui oleh masyarakat adat Pakpak untuk menyelesaikan perkara-perkara adat yang terjadi.   Sementara Ana Marsiana dan Azhari Tarigan, meskipun dari dua agama yang berbeda, namun memiliki satu pandangan yang sama, yakni bahwa manusia laki-laki dan perempuan adalah sama di mata Tuhan Yang Maha Esa. Ketimpangan hubungan kekuasaan, baik di agama maupun adat, akan menimbulkan penindasan dan ketidakadilan. Jadi, hentikan ketidakadilan dan kekerasan terhadap perempuan sekarang juga. (DJ)  

 

Write Comment (0 Comments)
 
Peringatan Hari Perempuan Sedunia 2010 E-mail
Wednesday, 07 April 2010

         Tahun 2010 tepat 100 tahun perayaan Hari Internasional Perempuan dirayakan di seluruh dunia, termasuk di Sumatra Utara. JARAK Perempuan Sumut bersama PESAD, HAPSARI, KPI Wilayah Sumut serta seluruh partisipannya yang berjumlah 192 perempuan dan 15 laki-laki merayakannya di Hotel ASEAN Medan dengan tema “Kepemimpinan Perempuan adalah Keharusan untuk Keadilan Bagi Perempuan dan Rakyat”.

Tema ini dipilih berdasarkan kenyataan mengenai tingginya kekerasan terhadap perempuan, khususnya kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan seksual. Sepanjang 2009, sebanyak 81 orang atau 42% perempuan mengalami kekerasan seksual dan 17 mengalami KDRT berdasarkan berita di koran lokal. Sementara data WCC Sinceritas menunjukkan data sebaliknya dimana KDRT merupakan masalah terbesar yang dihadapi perempuan yaitu 61 kasus dari 100 kasus yang ditangani (61%) diiukuti dengan pelecehan seksual sebanyak 20 kasus. Yang paling mengguncang Sumut adalah terungkapnya kasus pelecehan di sebuah lembaga pendidikan yang bernaung di bawah lembaga agama.

Acara peringatan diisi dengan diskusi kelompok dan pada sore harinya melakukan aksi damai di Bundaran Majestyk Medan Jalan Gatot Subroto. Puluhan spanduk dan poster digelar untuk menyuarakan anti kekerasan terhadap perempuan dan dukungan terhadap perempuan calon pemimpin publik. Para aktivis perempuan dan pendukung penguatan perempuan mencermati betapa sulitnya mengungkap KDRT, seperti juga kesulitan mengungkap pelecehan di lembaga agama. Isu internal maupun privat telah digunakan sebagai isu perlindungan dan kerahasiaan, tetapi pada dasarnya adalah tameng untuk melawan keadilan yang dapat mengabaikan perlindungan yang seharusnya kepada para korban perempuan.

Sementara itu kepemimpinan perempuan mash terus dipertanyakan dan disorot jauh lebih tajam hanya oleh karena gendernya. Sebanyak 3 orang perempuan akan duduk sebagai calon Kepala Daerah turut hadir, yaitu :  1) Nelly armayanti SP,MSP dan 2) Ir Nurlisa Ginting MSc (keduanya calon wakil walikota Medan). 3) Ren Tiares Manik (Calon Wakil Bupati Pakpak Bharat), didukung sepenuhnya oleh JARAK Sumut. Jumlah ini adalah sekitar 9 calon perempuan yang saat ini diidentifikasi (calon lainnya tidak hadir : 1. Siti Aminah Perangin-angin SE (Calon Bupati Karo), 2. dr Ria Telaumbanua dan Rupinawaty Aruan (dari Siantar), 4. Dinar Boangmanalu  (Pakpak Bharat), 5. Hj Adlina (Labuhan Batu), 6. Helmiyati (Asahan).  

Peserta berkesimpulan bahwa didukungnya dan terpilihnya perempuan di PILKADA diharapkan mampu menjawab kebutuhan dan kepentingan perempuan atas keadilan, dalam arti bebas dari segala bentuk kekerasan, khususnya kekerasan seksual dan politik. Semua isu ini, yakni Kekerasan Terhadap Perempuan dan Perempuan di dalam Kekuasaan dan Pengambilan Keputusan, merupakan dua isu penting dari 12 isu Deklarasi Beijing, yang pada bulan ini sedang dibahas kembali di Perserikatan Bangsa-bangsa. Hasil lengkap dari 12 isu ini akan merupakan paket masukan dan kontrak politik bagi para calon kepala daerah di seluruh Sumut.

Oleh karena itu JARAK Perempuan Sumut dan seluruh institusi serta perseorangan yang menjadi partisipannya menghimbau agar :

1. Segala bentuk pelecehan seksual diselesaikan secara hukum maupun aturan-aturan yang ada di dalam lembaga untuk menimbulkan efek jera atau perubahan perilaku, khususnya dibutuhkan perubahan radikal di dalam lembaga-lembaga dimana peristiwa ini berlaku (pendidikan dan agama), sehingga kasus sejenis tidak berulang. .      

2. Institusi perkawinan dikembalikan harkatnya sebagai institusi yang mulia dan monogamis yang sah, yang bebas dari segala bentuk kekerasan khususnya Kekerasan Terhadap Istri atau KDRT..      

3. Para pemimpin di Sumut khususnya para calon yang sedang dlam proses pemilihan di PILKADA, agar secara kritis memahami kebutuhan dan kepentingan perempuan, khususnya dalam berbagai isu sebagaimana termuat dalam Landasan Aksi Deklarasi Beijing, yang antara lain menyangkut : Kekerasan Terhadap Perempuan, Kemiskinan, Pendidikan, Kesehatan, dan Mekanisme Kelembagaan yang dapat mendukung kesetaraan perempuan dan laki-laki. .      

4. Masyarakat secara kritis memilih pemimpin yang bebas dari segala bentuk perilaku tidak adil khususnya dalam konteks ketidakadilan gender, korupsi dan segala bentuk penyalahgunaan wewenang, dan memilih perempuan. (DL) 

 

Write Comment (0 Comments)
 
WCC Sinceritas E-mail
Friday, 05 February 2010

 

 

 

Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan yang ditangani Sinceritas Medan tahun  2005-2006 

   

1.    Kekerasan Dalam Rumah Tangga 

Bentuk Kekerasan            Usia KorbanUsia PelakuLokasi KejadianTotal Kasus
FisikPsikisSeksualEkonomiAnak-anakRemajaDewasaRumah Luar Rumah
1210261 29Dewasa30 30
           

  

 2.    Kekerasan Terhadap Perempuan/KTP 

Bentuk Kekerasan            Usia KorbanUsia Pelaku (Pria)Lokasi KejadianTotal Kasus
Anak-anakRemajaDewasaRumah Luar Rumah/Jalan/Hotel/Perushaan/Belakang Rumah
Perkosaan53 Dewasa22 di hotel1 ladang 8
Penganiayaan   1Dewasa 1 di jalan1
Dilarikan 1  Dewasa 1 di Bandar Baru1
PRT/Tidak di- beri Gaji 1 Dewasa1 1
Traficking/terlantar 3 3Dewasa 6 di Jalan 6
Ingkar Janji23 Dewasa22 di jalan5
PHK  1Dewasa  1
Total kasus      23

     

 

 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan yang ditangani Sinceritas (Medan-Nias-Sidikalang) Tahun 2007-2009

 

   1.    Kekerasan Dalam Rumah Tangga 

 

Bentuk Kekerasan            Usia KorbanUsia PelakuLokasi KejadianTotal Kasus
FisikPsikisSeksualEkonomiAnak-anakRemajaDewasaRumah Luar Rumah
5518612--77Dewasa75 291
           

   

2.    Kekerasan Terhadap Perempuan   

 

Jenis Kasus            Usia KorbanUsia Pelaku Lokasi KejadianTotal Kasus
Anak-anakRemajaDewasaRumahLuar rumah
LBT--1Dewasa1-1
Pencabulan 1256Remaja dan Dewasa-1923
Trafficking1-6Dewasa 77
Perasaan Tak senang-12Dewasa123
Penganiayaan -15Dewasa146
Perkosaan --1Dewasa-11
Pembunuhan--1Dewasa-11
Pencurian--1Dewasa1-1
Pencemaran Nama Baik--1Dewasa-11
Total Kasus13724   44
         

 3.    Kekerasan Dalam Pacaran   

 

Jenis Kasus            Usia KorbanUsia PelakuLokasi KejadianTotal Kasus
Anak-anakRemajaDewasaRumahLuar rumah
Ingkar janji-12Dewasa-23
Penganiayaan- 1Dewasa1 1
Pelecehan Seksual112Dewasa-44
Total Kasus125 168

     

Berdasarkan kliping Koran per Desember 2009 :Pencabulan (KTA) 36 kasus, pembunuhan 26 kasus, pemerkosaan 23 kasus, KDRT 21 kasus. 

 

Write Comment (0 Comments)
 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Results 1 - 9 of 10